Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted: 2 Maret 2012 in Pancasila

Sila pertama yaitu ketuhanan yang Maha Esa. mengajak kita untuk takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kita semua punya agama dan keyakinan. Kita tinggal menjalankan kewajiban kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, sila ke 1 ini mengajak kita untuk menjalin kerukunan dengan sikap saling hormat – menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama. Walaupun berbeda agama, kita harus tetap menjaga kerukunan dan menjaga kenyamanan beragama antara pemeluk agama satu dengan agama yang lainnya. Seperti yang kita tahu, Indonesia sungguh kaya akan budaya. Bahkan di Indonesia ada 5 agama yang diakuin. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kita semua hidup berdampingan, dan diharapkan dapat menjaga hubungan baik diantara pemeluk agama lainnya. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya pada Tuhan Yang Maha Esa. Dari butir sila ini, tersirat kalau kita harus mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing juga membina kerukunan antar pemeluk umat agama.

Sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila kedua ini mengajak kita untuk mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat dan hak – hak asasi manusia. Menjunjung nilai – nilai kemanusiaan. Kita harus saling membantu. Apabila ada saudara kita yang menderita kesusahan, seperti terkena bencana alam, kita harus memberi bantuan kepada mereka. Membantu meringankan beban mereka. Di Indonesia banyak terdapat organisasi – organisasi untuk saling membantu, diantaranya ada Lembaga HAM yang membela hak asasi kita apabila ada yang bersikap tidak adil kepada kita. Dari butir sila ini, tersirat kalau kita harus memperlakukan manusia secara adil sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kita harus memperlakukan sesama manusia secara adil tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, keturunan dan lain sebagainya.

Sila ketiga, yaitu persatuan Indonesia. Bagi saya, sila ketiga ini benar – benar menggambarkan Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda – beda tapi tetap satu. Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bermacam – macam adat dan budaya, berjuta – juta penduduk. Biar begitu, kita harus bersatu jika ada yang berniat menghancurkan Indonesia. Kita harus berani membela mengorbankan untuk kepentingan negara apabila diperlukan. Mungkin untuk jaman sekarang kita tidak perlu berperang menggunakan senjata tajam, tapi dengan wawasan kita, kita bisa melawan Negara lain. Mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia. Kita juga harus mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Ini yang sering membuat bangsa Indonesia terpecah, contohnya adalah golongan A dan B yang mengatasnamakan golongan kedaerahan, mempermasalahkan hal yang sebetulnya tidak perlu dipermasalahkan. Dari butir sila ini, tersirat kalau kita harus mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Sila keempat, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Masih ada hubungannya dengan sila – sila diatas, mengapa menyelesaikan suatu masalah harus dengan cara kekerasan? Bahkan untuk hal yang tidak begitu penting. Mengapa harus sampai mengganggu ketidaknyamanan pemeluk agama lain yang sedang beribadah cuma gara – gara hal yang sebenarnya tidak layak jika dipermasalahkan dengan urat yang menonjol dan kekerasan fisik. Semua masalah itu sebenarnya bisa kita selesaikan dengan cara damai, bermusyawarah. Menanyakan pendapat yang satu dan yang lainnya, dengan kepala dingin. Ini sebenarnya pengamalan yang ingin disampaikan sila keempat, namun sangat sulit dilakukan. Bermusyawarah mufakat dalam setiap pengambiulan keputusan, kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain, menghormati dan menghargai pendapat orang lain, berhati besar untuk menerima keputusan apapun yang dihasilkan oleh musyawarah dan pastinya bekerjasama untuk mempertanggungkan jawabkan keputusan tersebut. Lagi – lagi kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi kita demi kebaikan bersama. Dari butir sila ini, tersirat kalau setiap Warga Negara Indonesia mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan serta mengembangkan sikap adil terhadap sesama manusia, mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan, suatu kata yang sudah mulai langka di jaman sekarang ini. Yang salah dibela, yang benar ditinggalkan. Yang punya salah besar dihukum sebentar, yang punya salah secuil dipenjara bertahun – tahun. Banyak yang diinjak –injak hanya karena miskin atau tidak berpendidikan. Banyak orang yang sudah tidak membela keadilan, mungkin karena materi atau mungkin memang karena sudah tidak peduli.. Biarpun sekarang sudah jaman emansipasi, namun masih banyak juga yang memandang rendah terhadap kemampuan wanita. Kita harus belajar untuk menghargai orang lain. Selain itu, untuk diri sendiri, kita juga harus bisa menyeimbangkan hak dan kewajiban untuk diri kita.

“Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu.” Mungkin hal yang paling mudah untuk kita berikan kepada Negara dengan cara mengamalkan Pncasila dalam kehidupan sehari – hari kita? :)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s